Rabu, 02 Oktober 2013

ALL ABOUT DEMAM

Postingan ini terinspirasi dari obrolan saya dengan seorang teman baik saya di dunia maya dan ternyata memang demam adalah kejadian yang sering sekali menjadi masalah kesehatan yang terjadi pada kita, betapa seringnya kita mendengar orang disekeliling kita mengeluhkan demam atau bahkan kita sendiri yang terkena demam. Di postingan ini saya akan bahas mengenai apa itu demam, bagaimana itu terjadi, tipe demam dan bagaimana cara menangani demam.

A. Definisi Demam
Demam adalah peninggian suhu tubuh dari variasi suhu normal sehari-hari yang berhubungan dengan peningkatan titik patokan suhu di hipotalamus (Dinarello&Gelfand, 2005). Suhu tubuh normal berkisar antara 36,5-37,2oC. Derajat suhu yang dapat dikatakan demam adalah rectal temperature ≥38,0 oC atau oral temperature ≥37,5 oC atau axillary temperature ≥37,5 oC (Kaneshiro&Zieve, 2010). Istilah lain yang berhubungan dengan demam adalah hiperpireksia. Hiperpireksia adalah suatu keadaaan demam dengan suhu ≥41,5 oC  yang dapat terjadi pada pasien dengan infeksi yang parah tetapi paling sering terjadi pada pasien dengan pendarahan system saraf pusat (Dinarello&Gelfand, 2005).


B. Etiologi Demam
Demam dapat disebabkan oleh faktor infeksi ataupun faktor non infeksi. Demam akibat infeksi bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, ataupun parasit. Infeksi bakteri yang pada umumnya menimbulkan demam antara lain pneumonia, bronchitis, osteomyelitis, appendistis, tuberculosis, bakteremia, sepsis, bacterial gastroenteritis, meningitis, ensefalitis, selulitis, otitis media, infeksi saluran kemih, dan lain-lain (Graneto, 2010). Infeksi virus yang pada umumnya menimbulkan demam antara lain viral pneumonia, influenza, demam berdarah dengue, demam chikungunya, dan virus-virus umum seperi H1N1 (Davis, 2011). Infeksi jamur yang pada umumnya menimbulkan demam antaralain coccidioidesimitis, criptoccosis, dan lain-lain (Davis, 2011). Infeksi parasit yang pada umumnya menimbulkan demam antara lain malaria, toksoplasmosis, dan helmintiasis (Jenson & Baltimore, 2007). Demam akibat faktor non infeksi dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain faktor lingkungan (suhu lingkungan yang eksternal yang terlalu tinggi), penyakit autoimun, keganasan, dan pemakaian obat-obatan (Kaneshiro & Zieve, 2010).
 
C. Tipe Demam
  1. Demam Septik : Pada demam ini, suhu badan berangsur naik ke tingkat yang tinggi sekali pada malam hari dan turun kembali ke tingkat di atas normal pada pagi hari.
  2. Demam Hektik : Pada demam ini, suhu badan berangsur naik ke tingkat yang tinggi sekali pada malam hari dan turun kembali ke tingkat yang normal pada pagi hari
  3. Demam Intermiten : Pada demam ini, suhu badan turun ke tingkat yang normal selama beberapa jam dalam satu hari.
  4. Demam Kontinyu : Pada demam ini, terdapat variasi suhu sepanjang hari yang tidak berbeda lebih dari satu derajat.
  5. Demam Siklik : Pada demam ini, kenaikan suhu badan selama beberapa hari yang diikuti oleh periode bebas demam untuk beberapa hari yang kemudian diikuti oleh kenaikan suhu seperti semula.



D. Patofisiologi Demam
  1. Demam terjadi karena adanya suatu zat yang dikenal dengan nama pirogen. Pirogen adalah zat yang dapat menyebabkan demam. Pirogen terbagi dua yaitu pirogen eksogen yang berasal dari luar tubuh pasien, contohnya toksin atau mikroorganisme seutuhnya. Jenis lain dari pirogen adalah pirogen endogen yang merupakan pirogen yang berasal dari dalam tubuh pasien, contohnya IL-1, IL-6, TNF-α dan IFN. 
  2. Proses terjadinya demam dimulai dari stimulasi sel-sel darah putih (monosit, limfosit, dan neutrofil) oleh pirogen eksogen baik berupa toksin, mediator inflamasi, atau reaksi imun. Sel-sel darah putih tersebut akan mengeluarkan zat kimia yang dikenal dengan pirogen endogen (IL-1, IL-6, TNF-α dan IFN). Pirogen eksogen dan pirogen endogen akan merangsang endothelium hipotalamus untuk membentuk prostaglandin (Dinarello&Gelfand, 2005). Prostaglandin yang terbentuk kemudian akan meningkatkan standar thermostat di pusat termoregulasi hipotalamus. Hipotalamus akan menganggap suhu sekarang lebih rendah dari suhu patokan yang baru sehingga ini memicu mekanisme-mekanisme untuk meningkatkan panas antara lain mengginggil, vasokonstriksi kulit dan mekanisme seperti memakai selimut. Sehingga akan terjadi peningkatan produksi panas dan penurunan pengurangan panas yang pada akhirnya akan menyebabkan suhu tubuh naik ke patokan yang baru tersebut (Sherwood, 2001).
  3. Demam memiliki tiga fase yaitu: fase kedinginan, fase demam, dan fase kemerahan. Fase pertama yaitu fase kedinginan merupakan fase peningkatan suhu tubuh yang ditandai dengan vasokonstriksi pembuluh darah dan peningkatan akitivitas otot yang berusaha untuk memproduksi panas sehingga tubuh akan merasa kedinginan dan menggigil. Fase kedua yaitu fase demam merupakan fase keseimbangan antara produksi panas dan kehilangan panas di titik patokan suhu yang sudah meningkat. Fase ketiga yaitu fase kemerahan merupakan fase penurunan suhu yang ditandai dengan vasodilatasi pembuluh darah dan  berkeringat yang berusaha  untuk menghilangkan panas sehingga tubuh akan berwarna kemerahan (Dalal&Zhukovsky, 2006).

     


    E. Terapi Non-Farmakologi
    Yang termasuk dalam penanganan demam tanpa obat 
    1. Pemberian cairan dalam jumlah banyak untuk mencegah dehidrasi dan beristirahat yang cukup.
    2. Tidak memberikan penderita pakaian panas yang berlebihan pada saat menggigil. Kita lepaskan pakaian dan selimut yang terlalu berlebihan. Memakai satu lapis pakaian dan satu lapis selimut sudah dapat memberikan rasa nyaman kepada penderita.
    3. Memberikan kompres hangat pada penderita. Pemberian kompres hangat efektif terutama setelah pemberian obat. Jangan berikan kompres dingin karena akan menyebabkan menggigil dan meningkatkan kembali suhu.

    F. Terapi Farmakologi
    Obt-obatan yang dipakai dalam mengatasi demam (antipiretik) adalah parasetamol (asetaminofen) dan ibuprofen. Parasetamol cepat bereaksi dalam menurunkan panas sedangkan ibuprofen memiliki efek kerja yang lama.
    Sekian postingan tentang demam walaupun belum terlalu lengkap dan detail tapi setidaknya kita bisa ambil informasi tentang beberapa point penting dari Demam... NEXT POSTING kita akan bahas Persepsi yang benar mengenai kompres air hangat atau dingin dan cara kompress yang benar... (Sekarang lagi dikejar pekerjaan yang lain, belum ready tulisannya, byeee.....)



    Dari berbagai sumber


Senin, 26 Agustus 2013

Dua Dimensi



21 Agustus 2013, in my room)


Aku coba memulainya dengan mengganti dimensi, dua dimensi ku menyebutnya. Bukan sebuah gambaran lukisan di atas kanvas atau kertas. Aku hanya mengganti dimensi dari otakku dengan hal yang elastis, isinya tetap tidak berkurang tetapi kupastikan akan bertambah, ah entahlah sepertinya memang otakku renyah untuk menulis kata-kata ini daripada harus berfikir kaku tentang teori. Bahkan lebih produktif dari yang bisa kuhasilkan, yah mungkin aku juga butuhkan keseimbangan kanan dan kiri dari otakku tak melulu hanya  jejalan ilmiah tapi lebih dari itu. Karena kau tahu, ini juga salah satu bentuk kebahagiaanku itu, kebahagiaan bukan datang sendiri dengan waktu tapi lebih karena kau memilih dengan apa caramu bahagia.
Sepertinya memang kuharus memisahkan duniaku yang lain dan lebih mencari bahagia dalam tulisanku. Yang kemarin kutulis sebagai peranku dalam kehidupan memang bisa dinikmati orang lain, tapi sekarang pindah dimensi tak begitu sulit bagiku hanya kembali memilih, mengumpulkan, lalu mengisinya kembali. Sepertinya aku butuh konsistensi agar otakku dan hatiku juga bisa bersinergi jika mereka ingin menulis apapun yang ingin mereka tulis, hanya memindahkan dimensinya saja. Hanya ketika mereka ingin butuh dimensi yang ini atau sisi yang disebelah sana.
Tak apalah cemooh dan guratan wajah orang lain saat membaca tulisanku, yang pasti ku menulis buat diriku sendiri karena ku bukan penulis yang memuaskan tulisannya kepada khalayak ramai. Tapi aku penulis untuk memuaskan otak dan hatiku saja, sayang terbuang percuma jika hanya jadi kata-kata dideretan otak besarku jika tak ku gerakkan dengan saraf motorikku. Biarlah ku ditimpuk setiap orang yang lewat dan mendengar saat ku mengetik seperti kuda yang dikejar pemburu, dengan jari-jariku yang beradu di keypad dan otakku yang memecut talinya.
Jika hanya membuat, merebut, menggapai, dan mencapai itu hal yang mudah bagi orang yang punya niat dan kemauan keras. Karena kau tahu perjuangan itu akan sampai pada kata pencapaian, tapi menurutku menulis lebih dari kata pencapaian yaitu bagaimana kita bisa konsisten terhadap aktifitas ini.

Jumat, 28 Juni 2013

Pembelajar Sejati




Jika berbicara tentang cita-cita dan harapan seorang anak, mungkin banyak dari kita selalu mempertanyakan kepada anak-anak, apa cita-cita mereka. Dan anak-anak akan menjawabnya seperti meluluhkan kewajiban pertanyaan wajib yang harus mereka jawab setiap hari, setiap kali atau bahkan setiap mereka bertemu dengan orang dewasa yang selalu membahas bahwasanya mereka harus punya cita-cita berupa profesi pekerjaan apapun itu yang familiar dan sering didengar oleh mereka. Tapi setelah mereka beranjak remaja dimasa-masa sekolah inilah titik dimana cita-cita waktu kecil akan bertransformasi melebihi dari mimpi sewaktu kecil atau bahkan tak mengerti sama sekali akan memilih masa depan seperti apa mereka nanti. Secara psikologi perkembangan kedewasaan seseorang juga dipengaruhi oleh banyaknya pengalaman hidup yang didapat. Setiap manusia mempunyai potensi sebagai seorang pembelajar sejati, yang akan selalu mendapatkan pengalaman baru dalam kehidupannya, baik pengalaman buruk dan baik. Seperti kita ketahui bahwasanya perkembangan pemahaman hidup seseorang mulai dari masa anak-anak dimana fase anak-anak adalah fase “The Gold Brain”, anak-anak adalah peniru sejati, penanya sejati, otaknya pun terus berkembang dari apa yang dia lihat, ditanamkan dan diajarkan oleh orang tua dan lingkungan sekelilingnya. Kemudian  fase itu berubah dan berkembang dengan hadirnya dan bertambahnya pengalaman hidup baru, lingkungan baru, peran baru dalam kehidupan individu tersebut hingga akhirnya terciptalah sebuah karakter dari pribadi masing-masing dengan perbedaan pemahaman dan pemikiran.

Saat ini profesi saya adalah seorang pendidik di salah satu perguruan tinggi swasta di kota asal saya Bandar Lampung. Mengapa saya mengatakan profesi saya bukan dosen atau lecture? Karena menurut saya pendidik memiliki spektrum yang luas, memiliki pemaknaan yang tidak terbatas hanya kepada profesi mengajar tetapi lebih dari itu. Perjalanan karir saya dimulai ketika saya lulus kuliah S1 dari jurusan Biologi FMIPA UNILA tahun 2008 dan saya berhasil menyelesaikan studi S1 saya dalam kurun waktu 3 tahun 8 bulan dan mendapat predikat cumlaude. Selama kuliah 3 tahun itu saya juga banyak terlibat dalam kegiatan kampus dan memimpin organisasi menjadi ketua umum baik ditingkat organisasi jurusan maupun fakultas. Setelah ditempa kurang dari 4 tahun di bangku kuliah, saya lanjutkan pencarian pembelajaran itu dalam bidang lain yaitu dunia kerja. Saya menjadi karyawan swasta di salah satu perusahaan industri, memang berbeda secara konsep teori kuliah. Materi kuliah saya tidak digunakan sama sekali di perusahaan ini, karena saya menjabat sebagai supervisor administrasi produksi dan supervisor HRD kala itu. Lagi-lagi pengalaman organisasi dan pola pikir yang luas yang dikembangkan disini, sebuah kata pembelajar sejati memang tak pernah mati untuk saya. Setelah kurang lebih 2 tahun bekerja di perusahaan itu, zona nyaman saya pun terusik, sebuah tawaran yang datang dari dosen saya untuk menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi. Akhirnya saya keluar dari zona nyaman saya dan memulai kehidupan baru menjadi pendidik, mungkin sudah bakat alam yang ada di diri saya, kemampuan mengajar dan berbagi informasi kepada orang lain mengalir saja dengan bakat yang saya miliki, saya bisa berkembang, ilmu saya pun bertambah, saya lebih bisa mengeksplorasi diri dan bahagia jika dapat memberikan pengetahuan baru kepada siapapun termasuk ke anak didik saya.

Jika berbicara kontribusi, sebagai manusia pasti ingin menjadi manusia yang terbaik yaitu sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang memberikan banyak manfaat bagi sekitarnya. Saat semua kebutuhan manusia sudah mulai terpenuhi, manusia pun tanpa dia sadari memiliki satu kebutuhan yang dekat dengan perannya dalam lingkungannya, yaitu sebuah eksistensi diri. Sebuah pengakuan dari sosial atas peran dan fungsinya dalam hidupnya, begitu juga dengan kontribusi. Menjadi pendidik sekarang sudah menjadi bagian dari hidup saya, saya tidak membatasi mendidik anak-anak saja, remaja saja, atau mahasiswa bahkan para manula. Dalam prinsip saya mengajar, saya buang batasan subjek yang saya ajar, menurut saya mereka semua penting, saya tidak mengatakan mengajar anak-anak lebih mudah dari mengajar mahasiswa atau sebaliknya. Mereka peserta didik itu unik, punya karakteristik sendiri, dan oleh karena itu kita sebagai pendidik harus dituntut kreatif dalam menghadapi mereka untuk mencapai target pembelajaran.

Menjadi pendidik adalah kontribusi nyata saya terhadap bangsa ini, pendidikan adalah modal utama bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat dan pendidik adalah “ruh” atau “jiwa” dari pendidikan itu. Kita tahu, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, jika pimpinan sekelas Presiden pun sulit mengatur bangsa ini wajar saja, karena kita bisa bayangkan secara geografis Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki ribuan pulau, dari sisi keanekaragaman hayatinya yang berlimpah, dari sumber daya alamnya yang merupakan sumber energi yang memiliki nilai ekonomi tinggi, apalagi dari sumber daya manusianya. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang menduduki “top five” negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Menjadi bangsa yang besar dan bermartabat bukan hanya ditentukan oleh banyaknya kekayaan alam tetapi yang paling penting adalah bagaimana mempunyai sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter. Dari pentingnya mempunyai SDM berkarakter itu maka SDM tidak serta merta diciptakan lalu digunakan, tetapi mereka semua harus mengikuti proses penciptaan karakter tersebut. Siapa yang menciptakan itu semua? Pendidik lah yang menciptakan SDM yang berkarakter dan berkualitas. Pemaknaan berkarakter lebih kepada integritas sifat yang dapat mereka punya yaitu mandiri, bertanggung jawab, kreatif dan berakhlak, diharapkan mereka ini juga bermartabat dan memiliki moralitas tinggi. Kebutuhan generasi yang berkarakter saat ini merupakan harga mati dan vital bagi bangsa Indonesia dengan keadaan saat ini.

Banyak hal yang bisa saya bagi dan terapkan kepada anak didik saya mengenai kemampuan interpersonal dan kemampuan akademik yang terintegritas, artinya saya akan selalu mengedepankan untuk mengajarkan mereka mengenai pentingnya menjadi pribadi yang berkarakter dan memiliki motivasi dan tetap saya juga harus mengedepankan rencana pembelajaran perkuliahan yang ditargetkan. Tapi pada intinya saya selalu dituntut untuk kreatif dalam menyampaikan bahwa kemampuan akademik juga harus didukung oleh kemampuan emosional dan spiritual sehingga diharapkan mereka memahami pentingnya kesuksesan itu berdasarkan 1 paket lengkap yaitu rohani, emosi, dan otak. Saya melanjutkan S2 ini pun dalam rangka meningkatkan kemampuan saya untuk kejenjang pendidikan yang lebih tinggi, sesuai dengan ilmu dan jurusan yang saya pilih dan kembangkan. Selain kontribusi nyata terhadap bidang pendidikan dalam tri darma perguruan tinggi pun  saya diwajibkan dan dituntut untuk berkontribusi secara nyata dalam pengabdian masyarakat dan memajukan ilmu pengetahuan dalam bidang yang saya tekuni yaitu biologi kedokteran, dan kontribusi itu saya wujudkan dalam riset atau penelitian yang kajiannya lebih kepada penemuan teknologi dan pemanfaatan teknik biologi molekuler dalam deteksi penyakit khususnya dibidang reproduksi biologi.

Bidang yang saya tekuni dalam riset tesis saya kali ini adalah mengenai teknik biologi molekuler dan penemuan gen yang belum pernah ditemukan sebelumnya dalam penyakit reproduksi khususnya untuk wanita yang infertil dan sedang mengikuti program reproduksi berbantu. Selain kegiatan riset, saya juga aktif di Komunitas Kecil Penuh Semangat yang berada di Jakarta sebagai Relawan Mengajar untuk anak-anak kurang mampu dan kita bekerja sama dengan taman bacaan dan perpustakaan keliling untuk mengajar. Beberapa kali menjadi relawan mengajar untuk anak-anak yang kurang mampu, memberikan satu point penting dalam profesi saya bahwa ada suatu hal yang tidak bisa terbayar dengan apapun jika kita mau berbagi hal yang kita mampu lakukan kepada orang yang sangat membutuhkan. Dan saya sangat bahagia sekali jika saya dipanggil untuk menjadi relawan mengajar pasti saya sempatkan waktunya untuk kegiatan tersebut. Anak-anak dan peserta didik bagi saya merupakan hal yang paling berharga, mereka mengajarkan banyak hal untuk saya, sesuai dengan statement saya diawal sebagai pembelajar sejati, peserta didik itu unik dan mereka menuntut saya untuk sabar dan lebih kreatif, mereka mengajarkan saya untuk lebih tangguh dalam menghadapi banyak hal.

Setidaknya walaupun saya belum memiliki sekolah atau lembaga pengajaran, belum memiliki jam terbang dan belum berkontribusi nyata mendirikan hal-hal yang bisa dilihat secaranya nyata oleh masyarakat luas, tetapi goresan kecil saya sebagai pendidik sebagaimana peran saya saat ini, dan beberapa ide penelitian kecil saya yang saya manifestasikan ke riset tesis ini setidaknya ini adalah pahatan kecil didinding sejarah manusia. Saya yakin apapun pekerjaan kita saat ini apaun profesi kita saat ini, seperti contohnya tukang batu sekalipun mereka dan kita semua mempunyai peran diperadaban manusia.

Minggu, 16 Juni 2013

TRIP TRIP TRIP TO YOGYA



Sudah banyak ternyata pendingan tulisan yang ingin saya share ke blog saya… Bukan tidak punya tujuan blog ini dibuat…awalnya blog ini diperuntukkan untuk posting hal-hal yang berbau ilmiah atau share ilmu science yang sedang saya pelajari di S2 ini. Tapi sekarang blog ini jadi blog campur aduk gado gado gak jelas gini. Tapi yang terpenting bagi seorang blogger awam dan pemula seperti saya, menjaga semangat menulis apapun itu yang terpenting.

Diawali dari perjalanan saya menuju Kota Yogyakarta yang sangat kental dengan budaya dan wisatanya itu, akan saya ceritakan pengalaman saya di kota Yogya.  Saya orang yang termasuk kategori manusia spontan, yang suka melakukan hal-hal spontan yang tidak terfikirkan dan terencana sebelumnya, begitu juga dengan perjalanan kali ini, bersama dengan teman saya kami melakukan perjalanan ke Yogya dengan menggunakan bis malam, karena ternyata kereta yang ingin kami pesan sudah penuh. Saya berangkat ke Yogya setelah pulang dari menjadi relawan mengajar di salah satu kegiatan sosial pada saat libur longweekend. Akhirnya kami naik bis malam “Kramat Jati” Jakarta-Yogyakarta.  Bis berangkat dari terminal Pinang Ranti, Jakarta Timur dan berhenti di terminal Jombor Yogyakarta, dengan harga tiket cukup murah untuk ukuran seorang backpacker  yaitu Rp. 115.000, sudah termasuk tiket gratis makan malam 1 kali. Kami berangkat pukul  17.00 dari Jakarta dan sampai di Yogyakarta pukul 06.00 pagi. Kemudian sesampainya di Yogya saya menuju ke tempat teman saya yang kos di daerah jalan Magelang jadilah saya bermalam di kosannya. Nah teman saya yang satunya itu cowok jadi kita terpisah untuk bermalam, dan dia memilih hotel bintang 5 di jalan Magelang juga.  Wow,,, juga ternyata nih temen gue punya budget selangit buat nginep.  Untuk perjalanan pertama ini dengan si teman yang satu ini saya tidak begitu lama di Yogya hanya 2 malam saja, dan kita ke tempat yang biasa dikunjungi seperti Malioboro, kemudian Pantai Depok dengan makanan Seafoodnya dan kita dapat sunset yang bagus di sana. Pulang ke Jakarta saya menggunakan bis lagi dengan harga tiket lebih mahal yaitu Rp. 130.000. Kalau dihitung-hitung perjalanan pertama ini cukup murah..

Kemudian beberapa bulan ke depan saya ke Yogya lagi dengan teman yang berbeda, entah ada magnet apa yang buat Yogya jadi tempat tujuan wisata saya. Karena belum puas atau belum merasa menjelajahi kota itu akhirnya saya pergi dengan naik kereta api, kepergian kali ini agak direncanakan karena kita sudah memesan tiket kereta api pulang-pergi 3 hari sebelum keberangkatan. Saya memesan tiket kereta api ke Yogya Via Online, cukup mudah caranya dan akses untuk mendapatkannya. Pilih stasiun keberangkatan kita, dan kami memilih stasiun Senen Jakarta untuk berangkat, karena kereta-kereta ekonomi banyak yang berangkat dari stasiun Senen. Kemudian sebagai stasiun tujuan yaitu stasiun Tugu Yogyakarta. Harga tiket keberangkatan dengan menggunakan kereta Api Gajah Wong sebesar Rp. 170.000 dan untuk kepulangannya kami menggunakan kereta Senja Utama Yogyakarta dengan harga tiket Rp. 185.000. Bisa dijumlahkan untuk angkutan ke Yogyakarta dengan menggunakan kereta relative murah dan nyaman. Setelah sampai di Yogya kali ini kami tidak bermalam di rumah kosan teman tapi kami mencari hotel dipinggiran Malioboro.  Teman-teman kami yang di Yogya pun kami beritahu keberadaan kami untuk jadi Tour Guide, liburan kali ini lebih banyak tempat tujuan wisata yang kami kunjungi di sana. Akhirnya kami bermalam di Hotel dengan rate fantastic, berapa jika anda tau? Rp. 70.000/malam. Kalau tarifnya di bagi dua bayarnya jadi hanya Rp. 35.000 saja permalam… hem hem hem.. cukup nyaman juga. Kamar dengan dua tempat tidur, kipas angin meja, dan kamar mandi diluar, tetapi kamar mandinya bersih dan nyamanlah. Satu keuntungan selain harga yang murah, salah satunya lagi adalah letaknya yang sangat strategis di pusat kota Yogyakarta yaitu di Malioboro dan dekat stasiun Tugu Yogya. Jadi jika ingin berkeliling dan jalan-jalan di Malioboro tidak perlu menggunakan tambahan kendaraan lagi cukup jalan kaki, menuju benteng Ven De Burgh juga dekat, menuju Keraton juga dekat. Kami di Yogya liburan kali ini selain Malioboro kami mengunjungi beberapa tempat yaitu 2 jenis keraton Yogya, Taman Sari, Museum Kereta, ke Gembira Loka Zoo, Alun-alun Selatan Yogya, bahkan mencoba berjalan di dua pohon besar yang punya mitos dapat mengabulkan keinginan, kemudian kami ke pantai Depok, ke Taman Pintar, ke Monumen Yogya Kembali atau jika malam disebut dengan taman Pelangi yang penuh dengan lampion, ke Restoran Raminten untuk kuliner, dan makan di warung SS untuk mencoba berbagai macam jenis sambal, kemudian kami juga mencoba karaoke di Happy Puppy… Untuk liburan ini tergolong lengkap dan bermacam-macam ke tempat yang ingin kami kunjungi. Terima Kasih kepada teman-teman kami yang di Yogya untuk jadi guide dan mengantarkan kami dengan kendaraanya ke tempat-tempat wisata itu, bahkan kami di gratiskan masuk ke kebun binatang gembira loka. Say thank you, untuk Bobby (zoologist Gembira Loka Zoo), teman kami yang sedang kuliah di UGM S3, Mb Devita dan Mas Mahfud, maturnuwun sanget, dan kepada teman baru saya yang kenal di dunia maya dan ternyata satu Universitas dengan saya, yang ternyata di agak gila, si tata tante primata hehehe (jangan marah ya, saat lu baca ini tulisan ternyata lu gue bilang “agak gila”)
See you the next trip…. Nantikan kisah selanjutnya di tempat yang berbeda

Jumat, 19 April 2013

*hanya sebuah cerita

Setiap orang punya alasan untuk memilih mana yang baik untuk hidupnya. Terlepas dari hal yang paling prinsip ataupun sekedar hal yang paling mudah untuk dipilih. Lagi, lagi perasaan dan banyaknya fikiran-fikiran yang bercabang membuat kita tidak fokus pada pekerjaan kita. Mungkin perasaanku saja yang terlalu iba dan tidak bisa menolak sehingga lagi-lagi aku hanya berusaha menurut dan mengikuti apa yang bisa kulakukan.

Aku merasa kalah dengan jiwaku saat perasaan itu hadir, apakah karena aku terlihat bodoh, baik, atau penurut sehingga dengan mudah oranglain menyuruhku ini itu dan aku mau saja ikut kemauan mereka. Pernah pada satu titik ketika aku dapatkan diriku kalah, karena aku merasa tidak bisa membantu diriku sendiri. Pernah pada satu titik aku gagal karena aku merasa aku tidak dapat membangun diriku sendiri yang sedang memerlukan bantuan. Entahlah, aku hanya bisa diam dan membiarkan diriku kalah.

Apa yang aku takutkan saat orang lain mengejekku bahwa aku tidak mengerjakan apa-apa sedangkan yang kutahu dan kurasa adalah aku memperjuangkan semuanya dan mengerjakan apa yang bisa ku kerjakan.
Ada yang menganggapku tak bisa apa-apa, tak mengapa karena tulangku dan tubuh kecil sehingga mereka belum mengenal sejauh mana tulang ini kuat menopang tubuhku.
Ada yang menganggapku bodoh pun tak mengapa karena yang mereka tahu aku tak bisa menjelaskan dan memperkuat atau membantah semua pendapatnya, untuk itulah aku belajar sehingga aku bisa tahu banyak hal dalam hidup.

Menurutku, kemampuan akademik tak harus jadi utama, tapi juga hal yang pantas untuk diperjuangkan untuk kategori prestasi dalam hidup tapi bukan yang utama, yang terpenting sekarang adalah bagaimana kamu bisa menaklukan hidup ini, menaklukan dirimu sendiri, dan termasuk semua perjuangan untuk mendapat apa yang bisa kamu raih. Aku merasakannya merasakan itu. Sejak dari bangku sekolah dasar prestasi akademik selalu menjadi prioritas atau suatu target yang harus diutamakan dalam hidup sampai saat aku S1 hal itu terus berjalan. Mungkin karena lingkungan sekolah yang kompetitif dan orangtuaku yang membimbingku untuk terus mengarahkan aku pada "track akademis" itu. Yah, selalu ingin jadi nomor 1 atau setidaknya selalu ingin berprestasi di sekolah.

SD, SMP, SMA, S1 sudah kulalui dengan hasil akademis yang membanggakan juara umum, juara 1, IPK tertinggi sudah aku rasakan bahkan nyaris semua nilai itu. Tapi saat aku mengambil S2, saat umurku bertambah, kehidupan juga berubah, kedewasaan dan lingkungan menuntut aku mengerjakan dan survive pada kondisi membuat akademis bukan prioritas lagi tapi hanya satu target yaitu HARUS LULUS, that's it.



Semakin dewasa, mungkin orientasi pemahaman hidup juga akan berubah, sekarang saatnya bagaimana eksistensi kita diuji dipertanyakan, masalah pun silih berganti menyapa dengan tingkat kerumitan yang sama dengan rumus fisika dan matematika.



Jadi intinya adalah saya sedang GALAU akademik di S2 ini bukan karena nilai akademik yang rendah tapi banyak orang-orang yang meremehkan saya karena saya dianggap kurang bisa. Saat sedang seperti ini saya sering sekali menguatkan hati saya benarkah passion saya memang di bidang ini atau hanya sebuah runutan hidup yang harus sy jalani. Ah entahlah, lagi-lagi saya bilang begitu......


Tapi yang terpenting sekarang saya harus memperkuat interpersonal skill saya dalam hal apapun selalu saya asah, bagaiman manajemen solution, anger managemen, bagaimana saya harus menyelsaikan smua maslah dengan logika dan runutan yang mendekati sempurna, bagaimana saya harus belajar skill komunikasi layaknya seorang diplomator ulung untuk mendiskusikan atau mengkomunikasikan maslah yang datang.

Dan intinya saya ingin memperbaiki pribadi sya, saya ingin memperbaiki kemampuan interpersonalskill saya karena pada dasarnya tak ada yang lebih penting dari akademik, harta, jabatan, tahta, dan prestise dibanding dengan kebaikan pribadi kita.



Amiin....

Rabu, 10 April 2013

Setiap orang pasti ingin hidupnya diisi dengan aktifitas yang ber"kualitas", dan makna ber"kualitas" pastinya berbeda-beda pada setiap individu. Bisa dikatakan aktifitas tersebut adalah sebuah target harian atau rencana yg memang kita buat, bahkan sebuah rutinitas pekerjaan pun dapat dikatakan sebagai aktifitas yang "berkualitas".

PART 1
Kemarin malam saya membaca salah satu novel baru terbitan gagas media yang judulnya "Montase"...dan isinya adalah.......membuat saya terinspirasi untuk menulis malam ini dan menghubungkannya dengan mencari narasumber terhadap apa yang saya baca semalam.....(nanti saya hubungkan apa cerita "Montase" dengan cerita di bawah ini, atau ada yang sudah baca novelnya????)

Malam ini disela-sela waktu sebagai pengajar keliling "door to door", saya berkesempatan untuk berbincang dengan salah satu orang tua murid. Saya termasuk manusia beruntung dapat mengenal dan bekerja untuk beliau walaupun menjadi "teman belajar" anaknya yang duduk dikelas 3 SMP.

Beliau adalah direktur salah satu BUMN ternama negeri ini, Ibu Irawati namanya, yah, beliau seorang wanita. Apa salahnya jika kita belajar dari pengalaman beliau untuk mencapai sukses seperti sekarang ini, muncullah ide saya untuk mewanwancarainya. Yaitu sebuah perbincangan menarik mengenai karir dan pengalamannya. Seperti seorang reporter TV saya mewanwancarai beliau dan bertanya dengan pertanyaan-pertanyaan yang sudah lama ada dikepala saya sejak saya mengenal beliau. Ini hasil wawancara saya :

Beliau menyelesaikan Master Engineering nya di universitas ternama di UK (red:United Kingdom) tepatnya seorang ahli "PIPE LINE". Pendidikan masternya, hanya ditempuh dalam 1,5 tahun, dan mendapat predikat cum laude, luar biasa menurut saya, dimana seorang wanita Indonesia yang memilih studi teknik dengan bidang keahlian "pipa gas". Beliau berkecimpung di dunia Perminyakan dan gas kurang lebih 26 tahun sudah. Menyelesaikan S1 teknik sipil di Universitas Udayana Bali, banyak cerita ternyata di balik sejarah kesuksesannya.

Sebelum masuk dan memilih jurusan teknik sipil di Univ. Udayana. Beliau mengalami kecelakaan motor yang parah, yang menyebabkan terjadi memar atau gegar otak berat dan hal tersebut membuat kesehatannya harus benar-benar dalam pengawasan dokter. Setelah kejadian kecelakaan tersebut agar mendapat pantauan intensif dari orangtua dan dokter beliau pindah SMA dari Yogyakarta ke Bali untuk tinggal bersama kedua orangtuanya yang sedang bertugas di sana. Kemudian kesehatan berangsur pulih walaupun lambat.

( dilanjutkan ke PART 2 ya....)